Tribun Garda IKN.com | Sendawar – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Presidium Dewan Adat (PDA) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian adat, budaya, serta mempererat persatuan masyarakat di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Dalam sambutannya, Ketua Presididium Dewan Adat menegaskan bahwa perjalanan organisasi selama seperempat abad merupakan buah dari perjuangan para pendahulu, dukungan pemerintah daerah, serta kebersamaan seluruh masyarakat adat.
Peringatan HUT yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026) tersebut dihadiri Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adriani, tokoh masyarakat Ismael Thomas, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, serta berbagai elemen masyarakat.

Mengawali sambutannya, Ketua Presidium Dewan Adat, Yurang menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya peringatan HUT ke-25 yang berlangsung penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir memberikan dukungan kepada lembaga adat.
Menurutnya, usia 25 tahun bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan, pengorbanan, semangat persatuan, serta komitmen menjaga marwah adat di Kabupaten Kutai Barat.
“Dua puluh lima tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di balik usia seperempat abad ini terdapat cerita tentang perjuangan, pengorbanan, kebersamaan, dan semangat untuk menjaga marwah adat di Kabupaten Kutai Barat,” ujar Yurang.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Presidium juga mengenang jasa para tokoh pendiri dan pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi organisasi. Ia menyebut nama Almarhum Yustinus Dullah, A.Ma.Pd., yang memimpin masa persiapan sejak 1999 hingga Kongres Pertama tahun 2001, serta Almarhum FV. Munthi yang dipercaya sebagai Ketua Presidium Dewan Adat definitif pertama hasil Kongres pada 21 Juli 2001 di Aula Paroki Kristus Raja Barong Tongkok.

Setelah itu, kepemimpinan kembali dilanjutkan oleh Almarhum Yustinus Dullah selama dua periode, yakni 2006–2016, yang dinilai berhasil memperkuat peran lembaga adat dalam membina masyarakat, menjaga persatuan, sekaligus melestarikan adat istiadat, seni, dan budaya daerah.
Ketua Presidium juga memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat yang sejak awal memberikan perhatian terhadap keberadaan lembaga adat.
Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada Ismael Thomas yang saat menjabat Wakil Bupati maupun Bupati Kutai Barat dinilai memberikan dukungan besar terhadap pembinaan kelembagaan adat, pelaksanaan kegiatan budaya, hingga penguatan eksistensi Presidium Dewan Adat sebagai mitra pemerintah.

Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kutai Barat Frederick Edwin yang telah memberikan kepercayaan sehingga PDA kembali aktif menjalankan tugas dan fungsinya setelah sempat mengalami masa vakum.
“Dukungan tersebut menjadi amanah bagi kami untuk terus melayani masyarakat, menjaga adat istiadat, melestarikan seni dan budaya, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui mekanisme adat,” katanya.
Memasuki usia ke-25, Ketua Presidium mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Kutai Barat yang berlandaskan nilai-nilai adat dan budaya. Menurutnya, lembaga adat harus menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga harmoni kehidupan.
Ia berharap peringatan HUT ke-25 ini menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta melanjutkan semangat para pendahulu dalam menjaga identitas budaya daerah.
Mengakhiri sambutannya, Ketua Presidium menyampaikan pantun yang sarat makna sebagai ajakan untuk bersama-sama membangun daerah.
“Kayu ulin kokoh berdiri,
Menjadi penyangga rumah beradat.
Mari bergandengan membangun negeri, Menjaga budaya, memperkuat martabat.” katanya.
Ia kemudian menutup sambutan dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat selama 25 tahun.
“Dirgahayu ke-25 Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat. Warisan Leluhur, Penjaga Masa Depan. Melestarikan Adat, Mempererat Persatuan, Membangun Kutai Barat Beradat,” pungkasnya.
HUT ke-25 Presidium Dewan Adat Kutai Barat, Momentum Perkuat Persatuan dan Lestarikan Warisan Leluhur
Ketua Presidium Dewan Adat: Adat adalah Jati Diri, HUT ke-25 Jadi Momentum Bangun Kutai Barat Beradat
Seperempat Abad Presidium Dewan Adat Kutai Barat, Komitmen Jaga Budaya dan Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Penulis: Johansyah.






