PT MBL Sampaikan Klarifikasi Insiden Fatal, Tegaskan Pemenuhan Hak Korban

Keterangan Foto: Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Manoor Bulant Lestari (MBL), Wesly Siregar, S.T., M.T., menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kecelakaan kerja (fatality) di area operasional perusahaan, dan penuhi hak-hak korban. Minggu (29/3/2026). Reporter: Sukawati S
Keterangan Foto: Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Manoor Bulant Lestari (MBL), Wesly Siregar, S.T., M.T., menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kecelakaan kerja (fatality) di area operasional perusahaan, dan penuhi hak-hak korban. Minggu (29/3/2026). Reporter: Sukawati S

Tribun Garda IKN.com, Kutai Barat – Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Manoor Bulant Lestari (MBL), Wesly Siregar, S.T., M.T., menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kecelakaan kerja (fatality) yang terjadi di area operasional perusahaan. Pihak manajemen juga telah menyampaikan klarifikasi resmi terkait peristiwa tersebut.

Kecelakaan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 17.20 WITA di jalur angkut (hauling) batubara Kilometer 35. Insiden tersebut melibatkan unit dump truck milik kontraktor, di mana kendaraan yang dikemudikan korban menabrak bagian belakang unit yang berada di depannya.

Akibat kejadian tersebut, dua pekerja yang berada di dalam kendaraan mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia. Keduanya sempat dievakuasi menggunakan ambulans ke Klinik Lambing, Kecamatan Muara Lawa, pada pukul 18.15 WITA untuk mendapatkan penanganan medis.

Wesly menyampaikan bahwa perusahaan turut berduka cita dan memastikan pemenuhan hak-hak korban.
“Perusahaan menyampaikan duka cita yang mendalam atas kecelakaan kerja ini. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan seluruh hak korban akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Sebagai langkah tanggap darurat, perusahaan telah mengambil sejumlah tindakan, antara lain mengamankan lokasi kejadian untuk kepentingan investigasi, menghentikan sementara aktivitas hauling dari pit menuju pelabuhan, serta melaporkan kejadian kepada Kepala Inspektur Tambang dan berkoordinasi dengan pihak berwenang.

Wesly menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan prioritas utama perusahaan.
“Insiden ini menjadi perhatian serius bagi kami. Perusahaan akan melakukan investigasi menyeluruh serta evaluasi total terhadap sistem K3, termasuk pengawasan operasional, kondisi jalan hauling, dan pengendalian risiko di lapangan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan akan memperkuat implementasi standar keselamatan guna mencegah kejadian serupa.
“Ke depan, kami akan meningkatkan pengawasan, memperkuat standar keselamatan, serta melaksanakan pelatihan ulang bagi seluruh pekerja dan kontraktor,” tegasnya.

Adapun langkah lanjutan yang akan dilakukan perusahaan meliputi investigasi internal secara komprehensif, evaluasi dan penguatan sistem manajemen K3, peningkatan pengendalian kondisi jalan hauling dan lalu lintas tambang, pelaksanaan pelatihan ulang (refresh training), serta penguatan kesiapsiagaan tim tanggap darurat (ERT).

Terkait tanggung jawab terhadap korban, perusahaan memastikan akan memberikan santunan kepada keluarga korban, memenuhi seluruh hak normatif pekerja, menanggung biaya evakuasi hingga pemakaman, serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

PT MBL juga menyatakan komitmennya untuk bekerja sama secara penuh dengan pihak berwenang, termasuk Kementerian ESDM dan Inspektur Tambang, dalam proses investigasi guna menjamin transparansi serta perbaikan berkelanjutan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan krusialnya penerapan standar keselamatan secara konsisten di lingkungan pertambangan. Manajemen PT MBL menegaskan akan menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk memperkuat sistem keselamatan kerja.

Demikian klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen perusahaan.

Reporter: Sukawati S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *