NTT, TRIBUN GARDA IKN.COM– Misteri kematian seorang perempuan asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), bernama Adriana Koni Gaddi terus menjadi sorotan publik. Hingga kini, keluarga korban belum mengetahui secara pasti keberadaan jenazah Adriana yang disebut meninggal dunia di Kalimantan Timur.
Nama Bonefasius Lende, pria yang disebut dekat dengan Adriana, menjadi pusat perhatian setelah ia dikabarkan menutupi lokasi jenazah. Bahkan, Bone disebut berencana menguburkan Adriana di Kalimantan tanpa seizin dan tanpa restu pihak keluarga. Sikap tersebut menimbulkan berbagai kecurigaan, hingga kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial.
“Kami hanya ingin tahu di mana jenazah Adriana berada, agar bisa dibawa pulang ke Sumba. Tapi sampai sekarang Bone tidak memberikan alamat jelas,” ujar perwakilan keluarga Adriana dalam keterangannya, Kamis (28/8/2025).
Seiring mencuatnya kasus ini, muncul berbagai informasi mengejutkan terkait rekam jejak Bonefasius. Beberapa pihak yang pernah mengenalnya menuliskan komentar di media sosial mengenai perilaku Bone yang dianggap kerap bermasalah.
Lebih jauh, informasi lain menyebutkan Bone sempat terlibat persoalan hukum di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Ia diduga melarikan diri ke luar Pulau Sumba setelah terjerat kasus dan bahkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) aparat setempat. Meski kebenaran informasi ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut, dugaan tersebut memperkuat sorotan publik terhadap sikap Bone dalam kasus kematian Adriana.
Kematian Adriana yang tidak jelas penyebabnya menambah daftar pertanyaan yang belum terjawab. Keluarga dan warganet menduga ada kejanggalan, terutama karena Bone enggan membuka informasi mengenai lokasi jenazah.
“Keputusan sepihak Bone untuk menguburkan Adriana tanpa restu keluarga jelas menyalahi adat dan hukum. Kami merasa ada yang disembunyikan,” kata keluarga korban.
Di media sosial, dukungan terhadap keluarga Adriana terus mengalir. Sejumlah pengguna internet meminta pihak berwenang segera turun tangan, mengingat persoalan ini menyangkut hak keluarga untuk mengetahui kebenaran dan memulangkan jenazah.
Pihak keluarga kini secara terbuka meminta bantuan masyarakat luas, terutama warganet yang berada di Kalimantan Timur. Mereka berharap informasi mengenai keberadaan Bonefasius Lende dapat segera diketahui, termasuk di perusahaan mana ia bekerja.
“Jika ada yang mengetahui posisi Bone, tolong hubungi keluarga. Kami ingin jenazah Adriana segera diambil dan diproses pemulangannya ke Sumba,” ujar keluarga korban.






