Bripka Heribertus Tena Resmi Dimutasi ke Polres Manggarai, Siap Emban Tugas Baru sebagai Kasidokkes

BORONG, TRIBUNGARDAIKN.COM–Setelah tiga tahun delapan Bulan mengabdi di Polres Manggarai Timur, Bripka Heribertus Agustinus A.B. Tena, A.Md.Ak., S.Tr.Kes., M.For.Sc., resmi dimutasi ke Polres Manggarai, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) sesuai Surat Telegram Kapolda NTT Nomor: ST/554/X/KEP./2025 perihal Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polda NTT tanggal 16 Oktober 2025. Di tempat tugas barunya, ia diarahkan untuk menjabat sebagai Kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Kasidokkes). Saat ini, proses administrasi mutasi tengah berlangsung, dan dalam dua minggu ke depan, ia akan segera memulai penugasan baru.

Mutasi tersebut disambutnya dengan rasa syukur dan tanggung jawab. Bagi Bripka Heribertus, setiap penempatan tugas adalah bentuk kepercayaan dari pimpinan yang harus dijalankan dengan sepenuh hati, bukan sekadar perpindahan tempat kerja.

Bacaan Lainnya

“Tugas di mana pun ditempatkan adalah kepercayaan dan tanggungjawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Saya belajar bahwa mengabdi di kepolisian tidak hanya berarti menegakkan aturan, tetapi juga hadir dengan nilai kemanusiaan,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh Media ini, Sabtu (18/10/2025).

Selama tiga tahun delapan bulan bertugas di Polres Manggarai Timur, sosok Bripka Heribertus dikenal luas di tengah masyarakat. Ia bukan hanya seorang polisi, melainkan juga sahabat warga di banyak pelosok. Sebagai PS. Kasidokkes, ia kerap turun langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang sulit dijangkau fasilitas medis. Ia memimpin kegiatan bakti sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga donor darah semua dijalankan dengan semangat kepedulian.

“Kegiatan kemanusiaan bagi saya adalah bagian dari tugas kepolisian yang sesungguhnya. Polisi harus dekat dengan masyarakat, bukan hanya melalui penegakan hukum, tapi juga lewat empati dan kepedulian,” tutur Heribertus.

Kehadirannya sering kali menjadi harapan di tengah keterbatasan warga. Tak jarang, ia menempuh perjalanan jauh dengan motor dinas melintasi jalan berbatu untuk menjangkau kampung terpencil di Manggarai Timur. Bahkan, aksi kemanusiaannya menembus batas wilayah hingga Manggarai Barat, Manggarai, dan daerah lain di luar Manggarai.

“Saya berusaha menjalankan tugas dengan hati. Kalau masyarakat percaya dan terbuka dengan kita, maka tugas-tugas kepolisian juga akan lebih mudah dilakukan. Kunci utamanya adalah komunikasi dan ketulusan,” ujarnya.

Ketekunan dan kepedulian Bripka Heribertus tidak hanya terlihat dari tugas formalnya. Ia juga aktif membantu warga melalui aksi-aksi sosial pribadi. Dengan menggandeng para donatur dan memanfaatkan platform kitabisa.com, ia telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan. Di antaranya pengobatan gratis bagi warga kurang mampu, pemasangan meteran listrik gratis, bantuan biaya pendidikan untuk anak-anak, hingga renovasi rumah warga miskin. Tak jarang, bantuan itu bersumber dari dana pribadinya.

“Nilai kemanusiaan bisa dimulai dari hal kecil. Yang penting adalah kehadiran kita benar-benar membawa manfaat bagi orang lain,” katanya.

Bagi banyak warga, sosok Bripka Heribertus identik dengan kesederhanaan. Ia tak pernah menonjolkan diri, lebih memilih bekerja dalam diam. Namun hasil kerjanya nyata: membantu, menolong, dan memberi harapan. Setiap langkahnya di jalan pedesaan, setiap senyum yang ia sambut, menjadi bagian dari kisah pengabdiannya sebagai anggota Polri yang menjadikan kemanusiaan sebagai panggilan.

“Hal yang paling berharga bagi saya adalah ketika bisa melihat masyarakat tersenyum karena merasa diperhatikan. Itu menjadi motivasi tersendiri untuk terus berbuat baik di mana pun saya berada,” ujarnya lagi.

Kini, jelang pelaksanaan mutasi ke Polres Manggarai, semangat pengabdian itu tetap menyala. Bripka Heribertus berkomitmen membawa nilai-nilai kemanusiaan yang telah ia tanam di Manggarai Timur untuk diteruskan di tempat baru.

“Setiap penugasan adalah kesempatan untuk belajar dan memperluas pengabdian. Saya akan terus membawa semangat kemanusiaan itu ke mana pun saya ditugaskan. Bagi saya, menjadi polisi adalah panggilan untuk melayani dan melindungi dengan sepenuh hati,” tegasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *