Pemkab Kutai Barat Hadirkan Program Umroh Inklusif 2025, Fasilitasi Tokoh dan Pelayan Umat

KUBAR, TRIBUNGARDAIKN.COM–Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus memperkuat peran sebagai fasilitator dalam pelayanan keagamaan masyarakat. Melalui Program Umroh Inklusif Tahun 2025, Pemkab berupaya membuka akses seluas-luasnya bagi tokoh agama, guru ngaji, marbot masjid, dan masyarakat yang selama ini berperan aktif dalam pembangunan kehidupan spiritual di daerah, agar dapat menunaikan ibadah umroh dengan aman, terjangkau, dan berkualitas.

Program tersebut resmi diperkenalkan dalam kegiatan Pembukaan Presentasi Travel Umroh Tahun 2025, yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Lantai 2 Kantor Bupati Kubar, Selasa (14/10/2025).

Bacaan Lainnya

Plt. Asisten I Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Erik Vicktory, yang hadir mewakili Bupati Kutai Barat, menyampaikan bahwa Program Umroh Inklusif menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperhatikan kebutuhan rohani masyarakat serta memperluas akses pelayanan keagamaan bagi semua lapisan.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada perjalanan ibadah semata, tetapi juga menjadi wahana pembinaan mental, spiritual, dan sosial bagi peserta yang selama ini berdedikasi di bidang keagamaan.

“Program ini menjadi bentuk penghargaan pemerintah kepada tokoh dan pelayan umat yang telah berperan dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebersamaan di Kutai Barat,” ujar Erik.

Ia menjelaskan, melalui program ini pemerintah ingin memastikan bahwa pelaksanaan umroh bagi peserta binaan daerah dilakukan secara profesional dan transparan, dengan menggandeng PT. Travel Umroh sebagai mitra penyelenggara resmi. Dalam pelaksanaannya, kata dia, Pemkab melibatkan Kementerian Agama, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten, serta Lembaga Hidayatullah sebagai pendamping dalam proses seleksi, pembekalan, hingga pemberangkatan jamaah.

Erik menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui nilai-nilai keagamaan.

“Ibadah umroh tidak hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga momentum perubahan diri. Kita berharap para peserta yang berangkat nantinya dapat menjadi teladan, membawa semangat baru, dan menjadi agen kebaikan di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan program ini agar tidak berhenti pada satu periode kegiatan.

“Pemerintah berkomitmen agar Program Umroh Inklusif menjadi agenda rutin yang memberikan dampak nyata terhadap pembinaan umat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan,” tambah Erik.

Selain memberikan kesempatan bagi tokoh masyarakat untuk menunaikan ibadah umroh, program ini juga diharapkan dapat memperkuat peran lembaga keagamaan lokal dalam membimbing umat.

“Sinergi dengan organisasi Islam seperti Hidayatullah sangat penting untuk memperkuat pembinaan umat secara berkelanjutan. Kolaborasi seperti ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun masyarakat yang religius, berkarakter, dan beradat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Erik juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan presentasi dan program ini. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan mitra travel umroh akan menjadi contoh baik bagi pengembangan program keagamaan di masa mendatang.

“Melalui dukungan semua pihak, kita berharap pelaksanaan Umroh Inklusif Tahun 2025 berjalan lancar, tertib, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Semoga program ini menjadi awal yang baik dalam memperkuat spiritualitas serta meningkatkan kesejahteraan batin masyarakat Kutai Barat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *